Breaking News
Loading...

BTemplates.com

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Friday, 24 September 2010
RI Jajaki Pesawat Tempur Generasi 4,5

RI Jajaki Pesawat Tempur Generasi 4,5

KFX is Next Gen Indonesia-Korea Fighter (Sumber: Kaskus Formil)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, Indonesia menjajaki pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. “Kalau F-16 itu generasi ke 4, kalau F-35 buatan Amerika itu generasi 5, ini ditengah-tengahnya, Sukhoi itu masih generasi 4,” katanya di sela perhelatan Bandung Air Show, Kamis (23/9).

Menurutnya, rencana pengembangan pesawat itu masih menunggu hasil lanjutan MoU antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Negara ginseng itu menawarkan Indonesia ikut nimbrung mengembangkan pesawat tempur yang berkode Korean Fighter X Programme (KFX).

Budi mengatakan, pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya, dan pemerintah Indonesia 20 persen. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.

Nasib rencana itu, papar Budi, bergantung dari hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang masih berlangsung. ”Diharapkan dalam 10 tahun, pada 2020 sudah ada suatu prototype jadi, nanti akan diproduksi bersama,” katanya.

Kerjasama itu pengembangan itu tidak sebatas share teknologi, tapi juga sampai ke tataran produksi masal. Pemeirntah Korea sebagai penanggung dana terbesar akan mendapat pembagian 80 persen dari produksi, dan Indonesia 20 persen.

Dia berharap kerjasama itu bisa terwujud. Lewat kerjasama itu, lanjutnya, Indonesia punya kesempatan untuk mengembangkan teknologi pesawat tempur dari dasarnya. ”Kalau dalam bidang industri penerbangan, Indonesia tidak kalah dengan Koera, sekarang Korea banyak beli pesawat dan industrinya menjadi subkontraktor, kaya kita bikin komponen buat Airbus,” kata Budi.

Budi menjelaskan, dalam teknologi pesawat tempur yang terpenting adalah penguasaan teknologi Avianik, seperti piranti lunak untuk kontrol pesawat. Sejumlah riset untuk pengembangan software itu sudah dikembangkan sebatas simulasi. ”Kita belu punya yang sampai proven, tapi kita teruskembangkan, ini kesempatan kita untuk melakukan yang real,” katanya.

Korea Selatan sendiri, menurutnya, jagonya untuk membuat hardware. Menurutnya, Korea Selatan terhitung negara yang serius dalam mengembangkan sesuatu. Dia mencontohkan, 15 tahun lalu negara itu mencanangkan riset pengembangan LCD dan saat ini hampir seluruh produk barang itu berasal dari Korea Selatan.

Budi mengatakan, ajakan kerjasama semacam itu bukan kali pertama. Sebelumnya negara itu sempat mengajak Indonesia untuk mengembangkah helikopter. Sayangnya, lanjutnya, tawaran itu tidak bisa diambil karean situasi PT DI yang tidak memungkinkan. Saat ini negara itu sudah mengganti semua helikopternya dengan buatan mereka sendiri.(AHMAD FIKRI)


tempointeraktif
no image

Tiga BUMN Bersinergi Bangun Kapal

VIVAnews - PT PAL Indonesia, PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bekerja sama membangun satu kapal pesanan dari Italia senilai US$ 7 Juta. Timah akan berperan sebagai subkontraktor melalui anak perusahaannya, sedangkan BNI menyediakan fasilitas pembiayaan.

"Timah mempunyai dok galangan kapal dan ingin belajar bagaimana membuat kapal, kemudian kami bersinergi melalui kerja sama ini," ujar Direktur Utama PT PAL, Harsusanto, di kantor Kementerian BUMN, Senin 22 Desember 2008.

Menurut Harsusanto, nantinya akan ada tim dari Timah dan PAL yang mempelajari pembuatan kapal. Untuk satu kapal tanker hull number 242 pembiayaan diperkirakan mencapai US$ 7 juta. "Untuk sementara dikerjakan satu kapal dulu, sebagian sudah dijalankan," ujarnya.

Setelah kerja sama tersebut, Timah akan menyelesaikan pembangunan kapal sendiri. Timah juga memiliki visi untuk menjadikan galangan kapalnya berkembang.

Sementara itu, keterlibatan BNI dalam proyek tersebut karena komitmennya untuk terlibat dalam pembiayaan, khususnya di industri strategis.

Harsusanto mengungkapkan, produksi kapal PAL hingga akhir 2009 diperkirakan mencapai 16 unit. Untuk sementara, perusahaan belum menerima kontrak baru dan menunggu penyelesaian kontrak yang sudah ada.

"Kami punya empat kontrak baru. Bulker 50.000 DWT, tapi sekarang kita tahan. Jangan sampai ini menjadi burden (beban). Begitu ada jalan keluar akan kami ambil," ujar dia.



VIVAnews
no image

Tim Robot PENS - ITS Surabaya Kalah di Mesir

Surabaya (ANTARA News) - Tim Robot Mio_rEi" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya kalah dalam kontes robot tingkat dunia di Kairo, Mesir pada 19-23 September.

"Kami mohon maaf karena pada ABU Robocon 2010 hanya mampu bertahan hingga babak penyisihan," kata Direktur PENS Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD melalui sambungan saluran telepon internasional dari Mesir, Kamis.

Ia menyatakan, Tim PENS-ITS Surabaya hanya mampu membawa penghargaan khusus ("special award") dari Mobuchi Motor. "Semoga kita dapat menampilkan robot-robot yang lebih baik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Dalam pertandingan yang diikuti 17 tim dari 16 negara (tuan rumah berhak mengirimkan dua tim) itu, para peserta terbagi dalam enam grup.

Tim Mio_rEi masuk dalam Grup C, satu grup dengan China dan Nepal. Berada di Grup C bersama lawan berat seperti China merupakan hal yang tidak terduga.

Pada pertandingan awal di babak penyisihan, enam yang bertanding yaitu Egypt 1 vs Fiji (skor 53-0), Thailand vs Pakistan (skor 47-3), China vs Nepal (skor 120-1), Jepang vs Malaysia (28- 51), Egypt 2 vs Srilanka (33-1), dan Hongkong vs Mongolia (36-12).

Hasil yang dicapai Tim China dengan skor 120 alias "pharaoh" (sempurna/menang telak) dalam waktu 1 menit 39 detik menunjukkan keunggulan tim dari "Negeri Tirai Bambu" itu.

Sesi berikutnya di babak penyisihan juga ada enam tim yakn Egypt 1 vs Saudi Arabia (skor 12-0), Thailand vs India (skor 64-1), China vs Indonesia (skor 120-7), Jepang vs Vietnam (skor 22-7), Egypt 2 vs Brunai (skor 26-0), dan Hongkong vs Mongolia (skor 3-26).

Tim China tetap meraih kemenangan sempurna (pharaoh) pada sesi kedua, sedangkan skor 7 yang diperoleh tim Mio_rEi melalui perjuangan keras.

"Itu karena robot otomatis Mio_rEi tidak stabil pada saat menyusun piramida tengah (khafraa). Hal ini sangat berbeda dengan latihan dan running test yang berjalan sempurna," katanya.

Untuk memperoleh wild card supaya masuk ke perdelapan final, tim Mio_rEi berusaha keras untuk memperbaiki perolehan nilainya saat melawan Nepal, namun dengan robot yang kurang stabil akhirnya hanya memenangi pertandingan dengan skor 22-3, sehingga kandas untuk mendapatkan wild card.

Bahkan, nilai yang dikumpulkan oleh tim dari Jepang dan Malaysia lebih tinggi, sehingga kedua tim itulah yang mendapatkan wild card.

Hasil selengkapnya:

  1. Juara umum : University of Electronic Science and Technology of China (robot Fighters.UESTC)
  2. Runner up pertama Lac Hong University Vietnam (robot LH LED)
  3. Runner up kedua (1) : Higher Technological Institute Tenth of Ramadan City, Mesir (robot El Sedeek)
  4. Runner up kedua (2) : Hong Kong Institute of Vocational Education, Hong Kong (robot Tsing Yi)
  5. Best Idea Award : Thailand Dhurakij Pundit University (robot LUK JAO MAE KHLONG PRAPA THE OMEGA 3)
  6. Best Engineering Award : Japan Kanazawa Institute of Technology (robot SOTEN)
  7. Best Design Award : Universiti Teknologi Malaysia (robot UTM Malaysia)
  8. Special Award: Panasonic Award (Vietnam)
  9. Special Award: Toyota Award (Mongolia)
  10. Special Award: Mabuchi Motor Award (Indonesia)

Tim mahasiswa ITS berkiprah dalam Kontes Robot Dunia sejak tahun 1991, bahkan tim robot B-CAK dari PENS ITS pernah menjadi juara pada Kontes Robot Dunia di Jepang pada tahun 2000, kemudian menjadi runner up pada tahun 2007 dan 2008. (E011/B010)


antaranews
Thursday, 23 September 2010
Presiden: Teknologi Solusi Sejahterakan Masyarakat

Presiden: Teknologi Solusi Sejahterakan Masyarakat

Yogyakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa penguasaan dan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Berkaitan dengan hal itu, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional 2010 diharapkan dapat mendorong hal itu," katanya dalam sambutan yang dibacakan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia pada pembukaan Gelar TTG Tingkat Nasional 2010 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, kegiatan itu dapat mendorong inovasi dalam penguasaan teknologi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Kegiatan bertema Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat itu sangat tepat dan relevan dengan upaya kita mendorong peran teknologi sebagai solusi meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi dapat mendukung transformasi nasional terutama dalam kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, menurut dia, juga dapat meningkatkan kemandirian daya saing bangsa dan memperkokoh fondasi pembangunan nasional.

"Gelar TTG Tingkat Nasional penting karena memiliki keunggulan kompetitif yang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan, serta bermanfaat untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat," katanya.

Gelar TTG Tingkat Nasional 2010 yang berlangsung hingga 26 September 2010 itu diikuti 386 gerai pameran dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, dan perguruan tinggi yang menampilkan berbagai jenis teknologi tepat guna.

Berbagai jenis teknologi tepat guna yang dipamerkan antara lain mesin perontok padi, mesin pengupas kulit melinjo, mesin produksi pupuk granul, mesin pengupas kopi, dan mesin penggiling kopi.(ANT/S026)


antaranews
no image

Indonesia Raih Tiga Perak di Olimpiade Internasional Astronomi

TANGERANG--MI: Tim olimpiade astronomi dan astrofisika Indonesia mendulang sukses manis. Mereka berhasil membawa pulang tiga perak dan dua perunggu pada ajang Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika di China yang diikuti 20 negara.

Rombongan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/9) pagi. Tim Indonesia diwakili lima siswa SMS, masing-masing Raymond Djajalaksana dari SMA Ipeka Jakarta, Anas Maulidi Utama (SMA Negeri 5 Surabaya), dan Hans Triar Sutanto ( SMAK 2 Surabaya).

Dua lainnya adalah Ahmad Raditya Cahya (SMAN I Yogyakarta) dan Widya Ageng Setyo Tetuko (SMA Taruna Nusantara Magelang).

Ahmad Raditya, peraih perunggu, mengatakan kesulitan paling dasar dalam olimpiade adalah faktor waktu yang diberikan sangat singkat. Sementara tim yang paling tangguh adalah China dan Polandia. (Metrotvnews/OL-9)


mediaindonesia
no image

Tifatul Undang Pengusaha China ke Indonesia

Indonesia, kata Tifatul, membutuhkan investor untuk menyelesaikan "Indonesia Connecting."

VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring berkunjung ke China menghadiri seminar Indonesia-China Business Opportunity in IT & Communication Industry Meeting. Dalam pemaparan di seminar, Tifatul mengundang pengusaha-pengusaha China berinvestasi di Indonesia.

Tifatul mengatakan bahwa dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia masih membutuhkan investor dari luar untuk membantu penyelesaian proyek-proyek. Sekilas Menkominfo menggambarkan mengenai kepulauan Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau, penduduk 237 juta jiwa, rentangan lebih dari 5.400 kilometer dari barat ke timur, dan letak strategis antara Asia dan Australia.

Indonesia berusaha menyatukan semua keragaman itu dalam proyek "Indonesia Connecting." Saat ini, pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini berjumlah 178 juta dan pengguna internet berkembang mencapai 45 juta. Dan ini masih kurang.

"Kami masih terus menuntaskan pembangunan proyek Palapa Ring, kabel fiber optik bawah laut, yang masih tersisa 20 persen lagi di wilayah Indonesia timur," kata Tifatul dalam acara bertempat di Hotel Shangri-La, Shanghai, Rabu 22 September 2010.

Indonesia, kata Tifatul, bertekad jaringan komunikasi ini akan diteruskan sampai ke tingkat Cyber City, bahkan Last Miles. "Kami ingin memperkecil digital divide, mengembangkan dunia penyiaran, telekomunikasi dan internet," kata mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu. "Kami ingin meningkatkan edukasi teknologi informasi dan komunikasi, aplikasinya di bidang pemerintahan, kesehatan, bisnis dan lain-lain."

Seminar ini dihadiri lebih dari 150 perserta yang bersal dari Kominfo, Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi China, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia seperti Telkom, Telkomsel, Axis, MNC dan perusahaan-perusahaan China seperti China Telecom, China Mobile, China Unicom, Huawei, dan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam asosiasi industri perangkat komunikasi, radio dan televisi.

Dan usai seminar, beberapa pengusaha China mendapat kesempatan waktu untuk berkomunikasi langsung dengan Menkominfo. Mereka ingin dapatkan informasi peluang bisnis teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, serta berkenalan dengan pengusaha besar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia.(ywn)



VIVAnews
no image

KKIP segera Formulasikan Grand Strategy Industri Pertahanan

JAKARTA--MI: Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) akan memformulasikan koridor-koridor industri pertahanan ada awal Oktober nanti.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun industri pertahanan dari dalam negeri. Grand Strategy itu turut membahas anggaran pertahanan serta regulasi sistem koordinasi pertahanan dan keamanan maritim.

Demikian disampaikan pada konferensi pers KKIP usai kunjungan ke PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/9).

Sekretaris KKIP yang juga Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan pihaknya bersama kementerian terkait yang tergabung di dalam komite akan membangun grand strategy dan road map pada awal oktober nanti.

"Supaya tidak terpusat kepada TNI AL saja, tetapi sinergis," tuturnya.

Sekjen Kementerian Perindustrian Agus Tjahjana berharap pada masa mendatang, penyuplai bahan baku dalam negeri untuk Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL dapat dimaksimalisasikan. Dengan begitu, ketergantungan industri pertahanan terhadap supplier dari luar negeri dapat semakin berkurang sesuai target KKIP pada tahun 2024.

Sementara Deputi RIPTEK Kementerian Riset dan Teknologi Teguh Rahardjo menandaskan pihaknya siap mengakomodir keterlibatan perguruan tinggi dan tim-tim penelitan dan pengembangan (litbang) untuk mengatur grand design tersebut, termasuk penyediaan beasiswa, pelatihan, dan lain sebagainya.

Koordinasi untuk melindungi pertahanan dan keamanan maritim juga menjadi fokus utama di dalam kebijakan tersebut. Kepada para wartawan, Kemenhan mengaku kebijakan pertahanan dapat mendukung perekonomian dan sektor-sektor lainnya. Untuk itu, dibutuhkan patroli yang terkoordinasi baik untuk mendeteksi hal-hal yang ilegal.

Di sisi lain, Kemenhan mengakui pihaknya masih membutuhkan tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pertahanan. Mereka pun memproyeksikan pada 2011 nanti, anggaran tersebut akan bertambah sekitar Rp10 triliun hingga Rp11 triliun. Hal ini guna memenuhi kebutuhan alutsista dan lain sebagainya. (*/OL-3)


mediaindonesia
Copyright © 2014 Rocker One All Right Reserved