Breaking News
Loading...

BTemplates.com

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Showing posts with label Tambang. Show all posts
Showing posts with label Tambang. Show all posts
Thursday, 28 May 2015
Ada Air Tawar Di Tengah Laut

Ada Air Tawar Di Tengah Laut

LOMBOK- Tahukah Anda bahwa air tawar dapat muncul di tengah laut? Fenomena yang janggal ini tidak lepas dari hubungan antara laut, air tanah, dan kondisi alam atau geologi. Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memiliki objek wisata spring water in the sea atau sumber mata air tawar di tengah laut di Pantai Krakas, Kecamatan Gangga, namun belum tergarap maksimal.

"Mata air tawar di tengah laut itu salah satu potensi sumber daya alam yang belum tergarap. Padahal itu tergolong unik dan mungkin satu-satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Abubakar, 55, warga Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, menurut laman bali.bisnis, selasa (19/5/2015).

Ia mengatakan objek wisata mata air di tengah laut itu sempat dilirik sejumlah investor. Salah satunya, dari Korea Selatan yang berminat mengolah menjadi air kemasan. Namun investor tersebut menghilang tanpa kejelasan.

"Dulu memang pernah ada investor Korea Selatan yang ingin memanfaatkan mata air di tengah laut ini," ujarnya.




Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berencana akan segera mengelola potensi sumber daya mata air tawar tersebut sebagai objek wisata bahari.

Secara alami, gejala munculnya mata air tawar di pesisir dan lepas pantai lazim terjadi. Namun, terkadang masyarakat menganggapnya sebagai sesuatu yang keramat. Contohnya, mata air tawar di pesisir pantai Binuangeun, Banten, begitupun juga menurut Fathul Azis.




Selain itu sebenarnya mata air tawar di pesisir dan lepas pantai banyak memberikan manfaat. Misalnya, di Bulagi, Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah) dan Sangkulirang (Kalimantan Timur), mata air digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari nelayan dan masyarakat pesisir. Ada pula mata air yang menjadi obyek wisata seperti mata air panas tengah laut di Pulau Ambon dan mata air lepas pantai di Lombok Utara, dari laman geomagz.

Mata air Krakas hasil pemotretan menggunakan kamera termal (infrared camera) (foto atas), lokasi pemotretan (foto biasa, inset), dan hasil analisis panas air dari foto atas (foto bawah). Pengambilan foto dilakukan sekitar pk 07.00 WITA, dengan posisi kamera miring sekitar 45o (posisi seharusnya: tegak lurus) dan jarak rata-rata kl. 5 meter terhadap obyek (muka air laut diatas mata air). Air tawar dari mata air ditunjukkan oleh warna jingga kekuningan yang berubah dari warna ungu (air laut) pada foto atas. Hasil analisis menunjukkan perbedaan temperatur sekitar 2,5oC yaitu air laut (26oC) lebih dingin (foto bawah). Foto dan analisis: Igan S. Sutawidjaja.



Air Tawar di Tengah Laut 

Bagaimana mungkin air tawar muncul di tengah laut? Biasanya air tawar yang muncul ini adalah air tanah. Kita paham bahwa air tanah akan mengalir ke titik terendah di permukaan bumi, yaitu laut. Dalam perjalanannya, air yang berada di bawah tanah bergerak melalui aneka ragam batuan. Akibatnya, bentuk keluarannya pun beragam. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, bentuk kemunculan air tanah di pantai atau di laut ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu rembesan air tanah di dekat pantai (nearshore groundwater seepage), rembesan air tanah (groundwater seepage), dan mata air tawar lepas pantai (Submarine Freshwater springs).

Rembesan air tanah di dekat pantai biasa dijumpai di pinggir pantai. Salah satu bentuknya berupa mata air di tepi pantai. Hal ini terjadi karena aliran air tanah tidak cukup kuat menekan air laut. Umumnya ini terjadi pada air tanah bebas, yaitu air tanah yang memiliki tekanan sama dengan udara dan air laut yaitu sebesar satu atmosfir.
Mata air tawar di tengah laut, lokasi: kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Foto: Kumoro Y.


Sebaran Mata Air Tengah Laut di Indonesia
Kemunculan air tanah yang dicirikan oleh adanya lepasan gelembung kecil udara dari dasar laut. Lokasi: Pulau Lombok bagian utara.

Apakah mata air tawar tengah laut ada di seluruh Indonesia? Hal ini sangat ditentukan oleh kondisi geologi dan hidrogeologi wilayah pesisirnya.

Beberapa petunjuk tentang kemunculannya adalah: 
1) adanya lepasan gelembung-gelembung udara kecil dari dasar laut,
2) adanya lapisan film tipis pada permukaan laut,
3) adanya perubahan suhu air laut yang lebih dingin atau panas pada lokasi tertentu di permukaan laut, 4) kandungan air laut yang khas seperti kandungan radon, radium methan, hidrogen sulfida atau karbon dioksida yang tinggi, dan
5) pada batuan di dasar laut ada warna merah akibat proses oksidasi.

Alternatif pemanfaatan mata air tawar lepas pantai di Pulau Ambon. Foto: Abimanyu, dkk.

Badan Geologi, LIPI, Kementerian Pekerjaan Umum, telah menginventarisasi beberapa kemunculan air tawar di lepas pantai di Indonesia. Hasilnya disajikan pada tabel di halaman 42.

Berdasarkan hasil inventarisasi ini, nyatalah bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat beragam dan sebenarnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Seringkali, kitalah yang tidak dapat membaca kekayaan alam ini dengan kacamata ilmu pengetahuan, sehingga hanya sampai pada kesimpulan bahwa hal-hal seperti ini hanyalah keajaiban alam semata yang bersifat lokal saja.

Hasil inventaris kemunculan air tawar di lepas pantai di dunia dan Indonesia hingga saat ini (Modifikasi dari Taniguchi dkk, 2007).


Kedua penulis adalah Peneliti Hidrogeologi, Puslit Geoteknologi LIPI. Oleh: Rachmat Fajar Lubis dan Hendra Bakti






Thursday, 22 January 2015
Arti Fungsi Dan Pengertian Smelter Pertambangan

Arti Fungsi Dan Pengertian Smelter Pertambangan

Arti Fungsi Dan Pengertian Smelter Pertambangan

Kalian tahu bahwa kita sering mendengar tentang kaharusan seluruh perusahaan tambang membangun smelter, tapi apa itu smelter? untuk apa dan siapa? mari kita bahas satu-persatu.

Dalam industri pertambangan mineral logam, smelter merupakan bagian dari proses sebuah produksi, mineral yang ditambang dari alam biasanya masih tercampur dengan kotoran yaitu material bawaan yang tidak diinginkan. Sementara ini, material bawaan tersebut harus dibersihkan, selain itu juga harus dimurnikan pada smelter.

Smelter itu sendiri adalah sebuah fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir. Proses tersebut telah meliputi pembersihan mineral logam dari pengotor dan pemurnian.

Pembangunan Smelter di wajibkan bagi seluruh perusahaan tambang di indonesia. Baik perusahaan besar maupun kecil. Setidaknya sudah ada 66 perusahan yang sedang melakukan pembangunan smelter saat tulisan ini dibuat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan 66 perusahaan tersebut bagian dari 253 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) yang menandatangani pakta integritas sejak Peraturan Menteri No.7/2012 diterbitkan.

Ilustrasi Proses peleburan bahan tambang (pic:learnmine.blog)

Dari 66 perusahaan yang telah berkomitmen terdapat 25 perusahaan saja yang telah berada di tahap proses akhir pembangunan smelter. 15 perusahaan dicatat pemerintah tengah melakukan ground konstruksi dan 10 perusahaan tengah konstruksi. Sisanya, 16 perusahaan baru mengurus izin analisis mengenai dampak lingkungan. Selain 66 perusahaan, terdapat 112 perusahaan yang juga telah menandatangani pakta integritas masih dalam proses studi kelayakan. Sisanya sebanyak 75 perusahaan tidak melakukan apapun.

Menurut sumber hmtaupnykcom Pemerintah menyatakan saat ini ada 28 perusahaan pertambangan baru yang berencana membangun smelter untuk pengolahan bauksit, nikel, alumina, dan bijih besi. Dari jumlah itu, 15 di antaranya bakal merampungkan pembangunan smelter sebelum 2015.

“Ada empat perusahaan sudah bangun 10 persen, empat perusahaan lagi 20 persen. Dan yang udah di atas 60-70 persen itu ada 15 perusahaan,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, Kamis (7/11/2013).

Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk membangun satu pabrik pengolahan bijih mineral sekitar 3 tahun.

Pemerintah melalui Undang-undang No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (minerba) mewajibkan perusahaan pertambangan agar membangun pabrik pengolahan bijih mineral (smelter).

Dalam ketentuannya, aturan tersebut sudah harus berlaku pada 2014 mendatang. Namun, hingga saat ini baru beberapa perusahaan tambang yang menaati peraturan.

Begitupun dari artikel alatberatcom, Sejak tahun 2012 pemerintah telah mengabarkan bahwa akan di berlakukanya UU tentang pembangunan Smelter.

Pemerintah menganjurkan agar perusahaan tambang segera membangun smelter, karena ditahun 2014 akan diberlakukan pelarangan ekspor mineral mentah.

Terbukti pada hari Minggu, 12 Januari 2014 pemerintah mulai memberlakukan pelarangan ekspor mineral mentah. Dan diperkirakan 5-6 tahun lagi smelterakan bisa beroprasi.

Emas yang dimurnikan (pic:eccbandung.blog)

Mengapa pemerintah mewajibkan pembangunan Smelter?
Menambah Nilai Jual dari Mineral
Meningkatkan Investor dalam atau pun luar negri
Membuka lapangan kerja baru

Setelah kita membaca sedikit tentang Smelter, timbul bebrapa opini pro dan kontra. Pada dasarnya pengesahan UU tentang Smelter ini adalah upaya baik pemerintah untuk memperbaiki perekonomian bangsa, meningkatkan nilai hidup masyarakat, dan mengembalikan citra pertambangan yang terkadang hanya disebut sebagai perusak alam.

Dilihat dari segi ekoniminya, memang nilai jual mineral akan jauh berbeda jika sudah diolah, bukan lagi berbentuk bijih atau pun konsentrat. Bukan hanya nilai jual yang meningkat, tapi pengotor konsentrat atau bijih tersebut masih bisa di manfaatkan.

“Aturan ini kita terapkan agar bisa dapat nilai tambah. Sudah puluhan tahun ekspor mineral mentah kita lakukan. Ini tak dikehendaki lagi. Sekarang harus ada proses pengolahan dan pemurnian,” kata Jero Wacik di sela menghadiri rapat kerja di Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (27/1).


Namun terdapat banyak kendala dalam pembanguna smelter ini, seperti:

Ilustrasi proses bahan baku tambang (pic:garaudynet.blog)

1. Pembebasan tanah atau lahan yang tidak mudah. Sudah menjadi rahasia umum, tanah dimana disitu akan dibangun proyek, pasti harga tanah melambung.

2. Pasokan dan Ketersedian Listrik, dalam Industri listrik menjadi bahan pokok utama agar pabrik tetep memproduksi. Namun kita semua tau bahwa wilayah pertambangan bukanlah wilayah perkotaan. “Ini otomatis saja, smelter dibikin maka PLN bikin pembangkit. Ini kayak telor sama ayam, bikin dulu aja smelternya baru kita buat PLN. Di Jeneponto tidak ada listrik, tapi ada PLTU. Antara listrik sama industri selalu terjadi tarik menarik,” ujar Jero wacik.

3. Perizinan pembangunan smelter yang tidak mudah tentunya, seperti mencari izin IUP itu sendiri tidaklah mudah.

4. Yang terutama adalah keterbatasan biaya juga menjadi hambatan dalam pembangunan smelter.

Hasil tambang antara lain: bauksit, alumina, bijih besi, timah, nikel, tembaga, emas, dan perak.

Bisa dikatakan jika pembangunan tiga pabrik pemurnian bijih tembaga rampung pada 2017, Indonesia bisa menjadi supplier tembaga terbesar di dunia, terlebih lagi banyak perusahaan tambang di Indonesia ini.


Thursday, 29 July 2010
no image

2015, Pertamina targetkan produksi 1 Juta barel minyak

PT Pertamina (Persero) berambisi memproduksi minyak 1 juta barel oil equivalent per day (BOEPD) pada 2015. "Pada 2015 kami harapkan produksi minyak capai 1 juta BOEPD," kata Senior Vice President Business Development Pertamina Hulu, Slamet Ryadi.

Slamet menyampaikan, saat ini produksi minyak Pertamina sekitar 350 ribu BOPD, ekuivalen sekitar 660 ribu BOEPD. Jadi, untuk harapannya pada 2015 produksi minyak ekuivalen mencapai 1 juta BOEPD.

Untuk bisa mencapai produksi 1 juta BOEPD, Pertamina harus mampu mendapatkan produksi minyak dari lapangan minyak baru. Selain itu juga dari akuisisi lapangan pengembangan atas lapangan baru.

Pada Juli 2009, kata Slamet, Pertamina telah mengakuisisi 46% interest di Kontrak Kerja Sama (KKS) Offshore North West Java dari BP dan menjadi operator di KKS itu.

Menurut dia, ONWJ merupakan salah satu PSC tertua di dunia dan mempunyai operasi lepas pantai (offshore) yang signifikan sejak 1968.

Selain itu, ONWJ juga termasuk 10% produsen minyak terbesar di Indonesia, memiliki infrastruktur lepas pantai yang sangat kompleks, dan program kerja sama yang besar dengan bujet sekitar US$ 500 juta setiap tahun.

ONWJ dengan tenaga kerja berjumlah sekitar 450 orang merupakan center of excellence untuk teknologi offshore di Pertamina. Kinerja KKKS ONWJ mengalami peningkatan setelah akuisisi oleh Pertamina.


tender-indonesia.com
Tuesday, 27 July 2010
no image

Medco & Balitbang ESDM tangani 5 sumur CBM

PT Medco E&P Indonesia dan Balitbang Energi dan Sumber Daya Mineral menyepakati kerja sama penelitian, pengembangan, pelayanan jasa teknologi CBM untuk peningkatan kinerja produksi lima sumur CBM di Lapangan Rambutan, Blok South & Central (S&C) Sumatra.

Senior Manager of Relations Aditya Mandala mengatakan pengembangan gas metana batu bara atau CBM merupakan salah satu jalan keluar atas menurunnya jumlah produksi migas nasional. Dalam kaitan upaya mendukung program tersebut, katanya, Medco E&P menjadi salah satu perusahaan migas nasional yang sejak awal bekera sama dengan pemerintah untuk pengembangan CBM.

"Salah satu bentuk dukungan kami melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk menyelesaikan aktivitas pengeboran dan meningkatkan kinerja produksi lima (5) sumur CBM di Wilayah Kerja Rambutan," katanya.

Menurut dia, studi bersama akan meliputi berbagai aktivitas di antaranya evaluasi dan penentuan parameter teknis serta potensi cadangan CBM di Rambutan, menentukan model keekonomian pengoperasian konsesi CBM di Indonesia, dan juga kerja sama penelitian serta jasa teknologi dalam pengembangan CBM.

"CBM mempunyai dapat dijual langsung sebagai gas alam, dijadikan energi dan sebagai bahan baku industri. Eksploitasi CBM tidak akan mengubah kualitas matrik batubara, tetapi malah menguntungkan para penambang batubara, karena gas metananya telah dimanfaatkan sehingga lapisan batubara menjadi aman untuk ditambang."

Berdasarkan pengujian yang dilakukan Lemigas pada 5 sumur uji, potensi cadangan dan produksi CBM lapangan Rambutan diperkirakan cukup besar. Lapangan Rambutan merupakan salah satu lapangan CBM yang berada di South Sumatera Basin, yang diperkirakan mempunyai potensi CBM sebesar 183 tcf.

Berdasarkan hasil analisa laboratorium, diketahui bahwa gas yang terproduksi memiliki kandungan gas metana berkisar antara 93% – 97%. Saat ini kelima sumur pilot project CBM telah mulai mengeluarkan gas metana batubara.

Dalam perkembangan lain, Kangean Energy Indonesia akan melakukan pemboran lima sumur pengembangan di Lapangan Terang Sirasun Batur yang berlokasi di Blok Kangean PSC, Jawa Timur, mulai Oktober 2010.

Vice President (VP) Human Resource & Administration, Kangean Is Nugroho mengatakan rencana pemboran dapat dilakukan seiring telah diperolehnya fasilitas Floating Production Unit (FPU) untuk memproduksi gas di lapangan tersebut. Dengan pengembangan itu, katanya, produksi gas Kangean yang saat ini sekitar 25 MMscfd bisa ditingkatkan menjadi 300 MMScfd pada awal 2012.

"Ditargetkan produksi tersebut bisa tercapai awal tahun 2012," katanya.

Saat ini, tuturnya, Kangean juga membangun pipa sepanjang 28 kilometer dari FPU ke jaringan pipa gas East Java. "Pembangunan direncanakan memakan waktu dua bulan."

Gas dari TSB, katanya, akan didistribusikan ke beberapa pembeli gas di Jawa Timur, seperti PT PLN, PT Petrokimia Gresik, PT Petrogas, dan PT Pertagas.


tender-indonesia.com
Saturday, 17 July 2010
no image

Energi Siap Rampungkan Pembelian Blok Masela

Perseroan akan membeli 10 persen kepemilikan hak partisipasi di Blok Masela dari Inpex.

VIVAnews - PT Energi Mega Persada Tbk segera menandatangani pembelian 10 persen kepemilikan hak partisipasi (participating interest) di Blok Masela PSC di Laut Arafura.

"Bulan ini akan selesai," kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam P Agustino di Jakarta, Jumat 16 Juli 2010.

Menurut Imam, perseroan akan membeli 10 persen kepemilikan hak partisipasi di Blok Masela dari Inpex Masela Ltd senilai US$100 juta. Blok Masela diperkirakan mulai berproduksi pada 2016.

Imam menjelaskan, blok tersebut diharapkan mampu meningkatkan cadangan minyak dan gas perseroan sekitar 300 juta barel ekuivalen minyak (barrel of oil equivalen/boe) menjadi 565 juta barel ekuivalen minyak. Adapun total cadangan gas Blok Masela mencapai 18 triliun kaki kubik.

Imam mengatakan, penyelesaian pembelian 10 persen kepemilikan saham di Blok Masela tersebut tidak menunggu kajian pemerintah.

Seperti diketahui, Inpex Masela, perusahaan asal Jepang itu menguasai 100 persen participating interest di Blok Masela. Blok Masela seluas 3.221 kilometer persegi itu terletak di kedalaman laut 300-1.000 meter.

Sebelumnya, Head of Investor Relations Energi Mega Persada, Herwin W Hidayat, berharap, partisipasi perseroan pada blok Masela PSC bisa memperkuat hubungan Inpex dengan industri hulu minyak dan gas di dalam negeri. Hal itu turut mendukung pengembangan Lapangan Gas Abadi. Lapangan Gas Abadi ditemukan di Blok Masela pada 2000.

Berdasarkan rencana pengembangan yang telah disetujui pemerintah, Lapangan Abadi bisa mulai berproduksi pada 2016. Lapangan tersebut akan memproduksi sekitar 4,5 juta ton gas alam cair (liquified natural gas/LNG) per tahun serta 13 ribu barel kondesat per hari.

Produksi akan dilakukan menggunakan teknologi floating liquified natural gas (FLNG).

Penerapan teknologi tersebut memungkinkan ditempatkannya sistem pencairan gas alam (natural gas liquefaction system), tempat penyimpanan LNG, serta fasilitas bongkar muat dalam satu kapal. Kondisi tersebut bisa meminimalisasi dampak negatif pada lingkungan.


VIVAnews
Copyright © 2014 Rocker One All Right Reserved