Breaking News
Loading...

BTemplates.com

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Wednesday, 1 September 2010
no image

Menhan: Indonesia Segera Bikin Kapal Selam Tempur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guna memperkuat armada tempur untuk menjaga kedaulatan NKRI serta menjaga perbatasan RI dengan negara lain, khususnya menyikapi hubungan yang kian memanas dengan Malaysia, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan segera membuat kapal selam tempur. Kapal selam tempur tersebut akan menjadi yang pertama kali dibuat di Indonesia.

Setelah berhasil membuat kapal perang terbesar se-Asia Tenggara dengan dilengkapi peralatan tempur canggih, kini Kementerian Pertahanan mulai serius mempersiapkan rencana pembuatan kapal selam yang merupakan alat tempur bawah laut tersebut. Bahkan, Purnomo menjadwalkan kapal tempur dasar laut tersebut akan rampung pada tahun ini.

"Pada tahun ini kami akan deklarasikan untuk membangun kapal selam di Indonesia. Kami akan bekerja keras mewujudkannya. Saya, Wakil Menhan, segenap Sekjen, Dirjen di lingkup Kemenhan saat ini sedang mencari satu program, satu master plan bagaimana kami bisa membangun kapal selam di Indonesia," ujar Purnomo saat memberikan sambutannya dalam acara buka puasa bersama di kantornya. Selasa (31/8/2010).

Purnomo juga menjelaskan, hingga saat ini produk-produk hasil industri pertahanan dalam negeri yang terus dikembangkan sudah mendapat respons positif dunia internasional. Karena selain untuk memenuhi kuota persediaan peralatan tempur dalam negeri, peralatan serta kendaraan tempur yang diproduksi nasional juga dipasarkan ke negara lain.

Beberapa produk seperti helikopter, pesawat tempur, hingga kapal tempur teknologi canggih serta persenjataan lainnya juga kerap mendapat pujian negara-negara lain. "Beberapa hasil industri pertahanan hingga saat ini memang terus kami pasarkan ke luar negeri," ujar Menhan.(*)


tribunnews
Tuesday, 31 August 2010
no image

IM2 Saingi Tri dan XL di Micro SIM Card

Menjadi pilihan baru bagi pengguna tablet PC dan Apple iPad selain Tri, Indosat, dan XL.

VIVAnews
- Menyusul langkah Indosat, Tri (3), dan XL, PT Indosat Mega Media (IM2) baru-baru ini juga menghadirkan micro SIM Card. Namun, berbeda dengan Tri, IM2 lebih memilih untuk mengeluarkan kartu SIM baru seperti yang dilakukan XL dan Indosat, daripada memotong kartu SIM regular.

Untuk diketahui, micro SIM Card saat ini digunakan gadget-gadget terbaru seperti tablet PC dan Apple iPad. Di segi ukuran fisik, ia 52 persen lebih kecil dari kartu SIM biasa.

"Penyediaan Micro SIM Card ini akan memenuhi kebutuhan koneksi para pelanggan IM2 yang menggunakan gadget terbaru seperti iPad," kata Abu Syukur Nasution, Direktur Sales & Marketing IM2 melalui keterangannya, Selasa 31 Agustus 2010.

"Dengan jaringan Broadband 3.5G maka pelanggan akan mendapatkan fungsi yang optimal dari gadget tersebut," ucapnya.

Meski belum resmi meluncur di Indonesia, Apple iPad mendapatkan animo yang luar biasa besar. Untuk Apple iPad dan sejumlah tablet PC lainnya, IM2 menawarkan Broom dan Prime dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps.

"Layanan Broadband IM2 memang lebih cocok untuk perangkat layar lebar seperti laptop ataupun iPad karena interaksi dengan pelanggan mulai aktivasi, isi ulang hingga cek penggunaan dapat diakses via web, sehingga tidak perlu cabut pasang SIM Card untuk mendaftar layanan via SMS atau UMB," tutur Abu Syukur.

Pada tahap awal, IM2 menyiapkan 300 Micro SIM Card untuk pelanggan pascabayar atau Prime dan 600 Micro SIM Card untuk pelanggan prabayar BroomBastis. Bagi pelanggan eksisting yang sebelumnya sudah berlangganan Broadband IM2, mereka mendapat jasa pemotongan kartu SIM regular gratis dengan menggunakan alat pemotong Micro Sim Card.

Sebelumnya, Tri (3), XL, dan Indosat telah lebih dulu menghadirkan micro SIM card ke Tanah Air. Tri dan Indosat merupakan dua operator yang tertarik untuk meluncurkan produk bundling Apple iPad. (hs)



VIVAnews
Monday, 30 August 2010
no image

Dosen Universitas Brawijaya Ciptakan Kompor Biomassa Tanpa Asap

TEMPO Interaktif, Malang - Nurhuda, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan kompor biomassa yang tak mengeluarkan asap. Kompor yang diberi nama UB-03 ini menggunakan sistem gasifikasi terpanaskan dan pembakaran secara turbulen. "Prinsip kerjanya dengan mengelola asap menjadi api," katanya, Jumat (25/6).

Menurut Nurhuda, kunci pengolahan asap menjadi api adalah pada gerak turbulen atau gerakan mengaduk yang menyebabkan pembakaran menjadi sempurna. Gerakan turbulen ditimbulkan aliran gasifikasi terpanaskan dan aliran udara sekunder. Namun alirannya mengarah ke bawah atau bertolak belakang dengan nyala api yang ke atas dari sumber pembakaran biomassa.

Prinsip aliran udara tersebut dinamakan counter flow burning mechanism, yaitu mekanisme aliran udara melawan arah api ke atas. "Inilah yang tu menyebabkan pembakaran yang lebih efisien," ujar Nurhuda.

Dengan mekanisme itu, diperoleh keuntungan selain asap bahan bakar lebih sempurna terbakar, juga sebagian lidah api yang menjulur ke bawah bisa menyebabkan suhu ruang bawah makin tinggi.

Kenaikan suhu ruang bawah mempermudah proses gasifikasi terpanaskan. Pemanfaatan suhu gasifikasi yang mencapai 200 derajat celsius merupakan efisiensi pemanfaatan panas dari pembakaran sumber biomassa. "Kompor UB-03 menjawab tantangan energi bersih dengan teknologi tepat guna," kata Nurhuda.

Kompor UB-03 merupakan pengembangan dari Kompor UB-01 dan Kompor UB-02 yang diciptakan Nurhuda. saat ini, Kompor UB-03 sedang dalam proses pengurusan hak paten. BIBIN BINTARIADI


Tempointeraktif
Sunday, 29 August 2010
no image

PT PAL Tekuni Bisnis Kapal Perang

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--PT PAL Indonesia menjajaki peluang pengadaan kendaraan perang dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) setelah berhasil mendapatkan kontrak pembangunan kapal perusak kawal rudal (PKR) senilai Rp 4 triliun.

Direktur Utama PAL, Harsusanto mengatakan, Kemenhan sudah menyatakan minat untuk membuat kontrak lanjutan tersebut. "Yang sudah di depan mata untuk landing ship tank dan hydrography," katanya ketika ditemui usai menghadiri Kontrak Pembangunan Kapal (Ship Building Contract) Lima Kapal Kanker Pertamina dengan Empat Galangan Kapal, Kamis (26/8).

Untuk pembangunan kapal PKR sendiri, kata Harsusanto, pihaknya akan melanjutkan finalisasi kontrak pada bulan depan dan merampungkannya Oktober mendatang. Dalam proyek ini, PAL bermitra dengan Damen Schelde, pabrikan kapal asal Belanda. Bagi Damen sendiri, kata dia, pembuatan PKR gabungan ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka.

Harsusanto berharap, terjadi transfer teknologi dalam proyek PKR yang perdana ini. Sehingga, untuk proyek selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri. "Wah, potensinya ke depan bisa sampai 10 kapal (PKR)," katanya.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat berharap proyek perdana kapal PKR oleh PAL ini mampu menjadi titik awal yang baik bagi industri alutsista nasional. "Karena itu, ini (proyek PKR) menjadi tugas berat bagi PAL," ucapnya dalam kesempatan yang sama.


republika
Saturday, 28 August 2010
no image

DI - China Jajaki Kerja Sama Industri Pesawat Terbang

JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan adanya peluang kerja sama industri pesawat terbang milik Cina, Xi'an dengan BUMN industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Menurut Mustafa, Xi'an berminat untuk melakukan kerja sama dalam hal pembiayaan, desain, produksi, dan pemasaran pesawat PTDI.

"Diharapkan PTDI dan Xi'an dapat menjalin kerja sama strategis. Kita tidak hanya ingin membeli pesawat mereka, tapi yang penting, kerja sama dengan mereka untuk bekerja sama dengan industri pesawat terbang kita," tutur Mustafa saat ditemui pada acara Lebaran Fair 2010 di JCC, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Menurutnya, nanti diharapkan Xi'an bisa membeli pesawat produk PT DI karena mereka dianggap juga membutuhkan pesawat-pesawat kecil berkapasitas 20-50 kursi. "Mereka nanti bersedia kerja sama di pembiayaan, desain, produksi, pemasaran, bukan hanya di kedua negara ini, tapi juga di region, ASEAN. Kita lakukan win-win solution," ujarnya.

Meski berencana bekerja sama dalam pembiayaan, tapi menurutnya belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai jumlah pendanaan yang akan diberikan. Tapi, lanjutnya, sesuai komitmen pemerintah Cina yang disebutkan beberapa waktu lalu, pemerintah Cina menyediakan USD35 miliar guna mengimbangi neraca perdagangan kedua negara. Dana tersebut akan cenderung dipakai untuk produk teknologi tinggi, seperti senjata dan pesawat terbang.

"USD 35 miliar ini bisa digunakan untuk membeli produk-produk Indonesia, produk yang hightech (teknologi tinggi), seperti senjata dan pesawat terbang. Nah diharapkan produk PTDI ini bisa dibeli mereka, sehingga bisa mengimbangi neraca perdagangan kita," tuturnya.

Sekedar informasi, Xi'an dikabarkan akan menjual 15 pesawat MA60 mereka kepada PT Merpati Nusantara yang akan segera didatangkan ke Indonesia.(wdi)


Okezone
Friday, 27 August 2010
RI Rancang Kapal Selam

RI Rancang Kapal Selam

KRI 402 (photo: Formil)

Jakarta, Kompas - Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang sejenis fregat kelas La Fayette.

”Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL,” ujar Purnomo di sela-sela seminar ”Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya” di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8).

Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. ”Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya,” ujarnya.

Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.

Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.

Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut. (BIL)


KOMPAS
Thursday, 26 August 2010
Pertamina Pesan 5 Kapal Tanker

Pertamina Pesan 5 Kapal Tanker

Kapal tanker Romito, yang berbobot mati 24.000 ton dalam tahap pengerjaan akhir PT PAL Indonesia (Persero), dilihat dari ruang kemudi, Selasa (16/2) di galangan PT PAL Indonesia (Perse - ro), Surabaya. Kapal pesanan Italia ini ditarg etkan selesai pada Maret.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memesan 5 armada tanker kepada galangan kapal di dalam negeri senilai 87,38 juta dollar AS untuk meningkatkan kehandalan distribusi BBM di dalam negeri. Kelima tanker itu diharapkan mulai memperkuat jajaran armada perkapalan Pertamina mulai April hingga Desember 2012.


"Ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina dalam mendukung pertumbuhan industri perkapalan di dalam negeri.
-- Mochamad Harun"


Penandatanganan kontrak pembangunan kapal/Ship Building Contract (SBC) dengan 4 galangan kapal di dalam negeri dilakukan pada Kamis (26/8/2010), di Surabaya. "Ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina dalam mendukung pertumbuhan industri perkapalan di dalam negeri," kata Vice President Komunikasi PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun.

Kelima armada tanker itu masing masing dua kapal ukuran 17.500 long ton dead weight (LTDW) yang akan dibangun di PT PAL Surabaya, satu kapal 6.500 LTDW dibangun di PT Dok & Perkapalan Surabaya, dua kapal ukuran 3.500 LTDW yang masing masing di buat PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya dan PT Daya Radar Utama Lampung.

Tanker ini dibuat sesuai dengan kondisi perairan Indonesia dan diharapkan akan menjadi produk Indonesia yang terbaik di kelasnya. Selama proses pembangunan kapal, Pertamina akan melaksanakan supervisi ke semua galangan secara periodik untuk menjamin ketepatan masa pembangunan.

Hingga saat ini Pertamina mengoperasikan 190 kapal tanker termasuk 36 kapal milik Pertamina yang digunakan untuk pengangkutan minyak mentah, produk-produk kilang & BBM serta kapal pengangkut LPG. Pengadaan armada baru ini merupakan bagian dari rencana besar peremajaan dan penambahan armada milik Pertamina.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo, dengan kemampuan armada milik yang makin kuat, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan, meningkatkan efisiensi transportasi serta mengurangi ketergantungan terhadap kapal carter.


KOMPAS
Copyright © 2014 Rocker One All Right Reserved