Breaking News
Loading...

BTemplates.com

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Wednesday, 8 September 2010
no image

Lacak, Info Lokasi Berbasis Google Maps

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Lacak. Inilah layanan mobile terbaru yang dirilis Telkomsel. Memanfaatkan Google Maps, layanan ini menawarkan kemudahan mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum terdekat dengan lokasinya pada saat itu melalui ponsel.

Lokasi dimaksud antara lain, rumah makan, tempat ibadah, ATM, atau SPBU terdekat ketika dalam perjalanan. Ada sekitar 200 ribu point of interest yang tersedia pada layanan ini.

Menurut Deputy VP Product Lifecycle Management Telkomsel Ririn Widaryani menyebut Telkomsel Lacak merupakan solusi tepat bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lokasi secara cepat dan mudah ketika sedang mobile.

''Dengan teknologi Location Based Service, aplikasi Telkomsel Lacak dapat mengetahui posisi kita berada, bahkan ketika GPS (Global Positioning System) sedang tidak aktif. Secara otomatis Telkomsel Lacak memanfaatkan informasi dari BTS (Base Transceiver Station) terdekat,'' kata Ririn.

Telkomsel Lacak memanfaatkan aplikasi Google Maps untuk memudahkan pencarian alamat secara visual. Selain menampilkan lokasi di mana kita berada saat ini, layanan ini juga menampilkan tempat-tempat menarik atau point of interest (POI) di sekitar lokasi kita. Saat ini Telkomsel Lacak menyediakan informasi lebih dari 200.000 POI.

Khusus untuk ponsel Android, Telkomsel Lacak juga dapat diunduh di Android Market pada menu Lifestyle. Setelah proses pengunduhan, selanjutnya pilih paket harian Rp 1.000 per hari atau paket mingguan Rp 5.000 untuk pemakaian 7 hari. Biaya tersebut sudah termasuk unlimited layanan data untuk mengakses aplikasi Telkomsel Lacak.

Aplikasi ini bisa diakses dengan menggunakan ponsel bersistem operasi Java, Symbian, Android, dan MTK, seperti: Nokia, Motorola, Sony Ericsson, LG, HTC, Nexus One, Samsung, dan Nexian. ''Ke depannya Telkomsel akan mengembangkan aplikasi Telkomsel Lacak agar dapat digunakan di smartphone lainnya, seperti BlackBerry dan iPhone,'' ujar Ririn.

Telkomsel Lacak merupakan aplikasi pengembangan dari layanan info lokasi yang sebelumnya telah dihadirkan Telkomsel melalui menu browser *250#. Layanan ini berbasis SMS dan MMS. Layanan info lokasi Telkomsel telah digunakan sekitar 4 juta pelanggan.


republika
Tuesday, 7 September 2010
GSM IP Telkomsel Siap Layani Komunikasi di Laut

GSM IP Telkomsel Siap Layani Komunikasi di Laut

Salah satu perangkat yang disematkan Telkomsel di kapal untuk mendukung komunikasi di laut
JAKARTA - Para pemudik jalur laut kini tidak perlu mengkhawatirkan komunikasi lewat ponsel. Pasalnya, 15 kapal Pelni telah disematkan inovasi GSM berbasis IP.

"Teknologi GSM berbasis IP ini telah disematkan di 15 kapal Pelni. Dengan demikain para penumpang kapal dimungkinkan untuk berkomunikasi lewat ponsel selama perjalanan mudik di jalur laut," ujar Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/9/2010).

Di setiap kapal, lanjut Sarwoto, Telkomsel meletakkan beberapa perangkat, seperti antena parabola, modem VSAT IP, pico BTS, solar cell sebagai power supply atau baterai APB (Automatic Power Backup) di daerah yang sudah ada listrik.

Selain itu, kapal tersebut juga dilengkapi dengan sarana pelayanan publik berupa dua pesawat telepon FWT (Fixed Wireless Telephony) sebagai warung seluler (warsel) bagi mereka yang belum mempunyai ponsel.

15 kapal Pelni yang telah dilengkapi dengan teknologi GSM (Global System for Mobile) berbasis IP (Internet Protocol) berkonsep 'Remote Solution System' adalah Sinabung, Gunung Dempo, Labobar, Bukit Raya, Dobonsolo, Ciremai, Tidar, Nggapulu, Bukit Siguntang, Kelimutu, Lambelu, Sirimau, Kelud, Dorolonda, dan Lawit.

Selain itu, untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi selama perjalanan mudik, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan untuk menghadirkan jaringan terluas dan berkualitas dengan kapasitas yang memadai, seperti penambahan kapasitas SMS menjadi 80.000 SMS perdetik untuk kenyamanan ber-SMS mengucapkan "Selamat Hari Raya dan Mohon Maaf Lahir Batin", kapasitas VLR atau kemampuan handling pelanggan ditingkatkan menjadi 117 juta, kapasitas layanan BlackBerry menjadi 800 Mbps (Mega bit per second), serta jaringan 3G/HSDPA/HSPA+ yang didukung 7.000 Node B yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah Timur Indonesia. (srn)


okezone
Monday, 6 September 2010
no image

2015, Telkom Target Kabel Tembaga Terganti Fiber Optik

JAKARTA - Telkom menargetkan lima tahun ke depan, upaya pengembangan infrastruktur jaringan akses Telkom akan fokus pada penyediaan fiber access penuh ke rumah atau gedung.

"Lima tahun ke depan akses fiber akan masuk ke rumah atau gedung. Jadi diharapkan pada tahun 2015, akses kabel tembaga (copper) sudah tergantikan oleh serat optik, paling tidak di kota-kota besar," ujar EGM Divisi Akses Telkom Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resminya, Sabtu (4/9/2010).

Nantinya, lanjut Awaluddin, fokus penyediaan fiber access secara penuh itu menargetkan komposisi jaringan akses FTTE (end-to-end copper) sekira 15 persen, akses FTTC (Fiber to the Curb) yang menggunakan teknologi MSAN, GPON dan VDSL sebesar 70 persen, serta akses FTTB/H (Fiber to the Building/Home) sebanyak 15 persen.

Awaluddin menekankan, kebijakan transformasi Telkom menjadi TIME Company perlu didukung transformasi infrastruktur dan sistem, termasuk di sisi jaringan akses. Telkom akan mengembangkan akses pita lebar dengan tiga segmen sasaran, yaitu Broadband for Home Digital Environment, Broadband for Enterprise Government, dan Broadband Anywhere. Kerjasama dengan ASG merupakan bagian dari upaya pengembangan Broadband for Home Digital Environment. Konsep Digital Home sendiri meliputi digital home communication, digital home office, digital entertainment, dan digital surveillance and security.

Sebagai konsekuensi perubahan besar-besaran portofolio layanannya ke arah layanan berbasis TIME, Telkom memberikan perhatian dan upaya yang ekstra terkait pengembangan kapabilitas akses. Kebijakan Telkom tentang rencana pengembangan akses pita lebar antara lain menyebutkan bahwa kapasitas true broadband (yakni akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps) yang di tahun 2010 diperkirakan hanya mencapai 21 persen saja, di tahun 2015 akan berkembang menjadi 85 persen.

Saat ini, sebagian besar jaringan akses yang ada masih didominasi kecepatan 1-4 Mbps dan di bawahnya dengan porsi 79 persen.

Menurut Awaluddin, semakin besar kapasitas jaringan akses, semakin besar pula kemampuan jaringan tersebut untuk mengakomodasi berbagai layanan dan aplikasi, termasuk layanan berbasis triple play services yang terdiri dari Data (Internet atau Intranet), Voice dan Video (Interactive TV dan Multimedia).

Akses pita lebar 4 Mbps yang dilayani dengan teknologi DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) baru mampu memberikan layanan Internet dan Warnet berkecepatan 512 Kbps. Sedangkan akses pita lebar 20 Mbps yang dilayani teknologi MSAN (Multi-Service Access Node) sudah mampu memberikan layanan Triple Play. Akses 20 Mbps juga mampu mengakomodasi layanan-layanan lain seperti ISDN PRA/BRA, VPN IP, TelkomLink, dan Leased Circuit.

Akses pita lebar 100 Mbps yang menggunakan teknologi GPON (Gigabyte Pasive Optical Network) tentu memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi lagi. Akses dengan kecepatan setinggi itu bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan sekelas Enterprise Solution, Business Solution, Internet Service Provider/Other Liason Operators, Mobile Backhaul, dan lain-lain.

Keseriusan Telkom untuk membangun infrastruktur yang handal di level jaringan akses tak lepas dari grand scenario Telkom Super Highway yang dicanangkan Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah pada tanggal 30 November 2009 di depan Presiden Republik Indonesia.

Pada Telkom Super Highway dibangun jaringan akses di antaranya MSAN, GPON dan softswitch yang akan membentuk Next Generation Nationwide Broadband Network (NG-NBN), sehingga dimungkinkan tersedianya layanan TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) dengan kecepatan dan kualitas yang tinggi dan dengan harga yang kompetitif.

Untuk mewujudkan cita-cita besar membangun Telkom Super Highway, perusahaan akan terus membangun jaringan serat optik beserta Metro-E, IPCore, Terra Router. Pembangunan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Denpasar-Mataram atau yang dikenal dengan sebutan proyek JaKa2LaDeMa, membuat posisi TELKOM Super Higway semakin kuat.

Dalam kaitan visi Telkom Super Highway, serangkaian infrastruktur telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir 2009 lalu. Infrastruktur dimaksud meliputi: backbone serat optik Padang-Bengkulu sepanjang 914 km; backbone serat optik Kalimantan-Sulawesi sepanjang 5.445 km; IP core, Tera Router dan Metro-e dengan 921 node pada 10 kota (yaitu: Batam, Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Bandung, Makassar, dan Banjarmasin); Soft-switch Jakarta dengan kapasitas 172.000 SSL; dan backbone Batam ke link Internasional (proyek Batam-Singapura Cable System dan Asian America Gateway) yang merupakan infrastruktur untuk menghubungkan Indonesia ke Asia dan Amerika dengan kapasitas 40 Gbps (kini sudah meningkat menjadi 63 Gbps.

Rinaldi menyatakan pihaknya telah dan akan terus mengerahkan seluruh sumberdaya yang dimiliki secara optimal untuk membangun infrastruktur yang handal, yang memungkinkan seluruh layanan berbasis TIME beroperasi. Ia mengakui, ada tuntutan capex yang tidak sedikit untuk mewujudkan itu semua. Sebagai contoh ia menjelaskan biaya teknologi MSAN ALU saja sekitar USD 150 per SSL, sehingga akan dibutuhkan biaya besar bila kapasitas line yang ada mencapai jutaan. Demikian pula untuk teknologi DSLAM yang biayanya mencapai USD 80 per Satuan Sambungan Layanan (SSL) atau teknologi GPON yang jelas tidak murah.

Namun demikian, lanjut Rinaldi, pihaknya memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa sepanjang Telkom konsisten mengoptimalkan variabel ARPU-Bandwidth-Cost, posisinya justru akan semakin leading baik dari segi layanan maupun bisnis.
"Kami sangat menyadari, begitu banyak harapan, termasuk dari Negara, ditujukan kepada Telkom dalam hal penyediaan infrastruktur akses pita lebar di seluruh pelosok Indonesia. Ini tentu sebuah tantangan yang mesti kami respon dengan upaya terbaik," ujarnya. (srn)

okezone
Sunday, 5 September 2010
no image

Tifatul: Blokir Situs Porno Tak Mungkin 100%

Meski demikian Tifatul tetap menginstruksikan agar pemblokiran dilakukan oleh seluruh ISP.

VIVAnews - Pemblokiran situs porno oleh sejumlah ISP (Internet Service Provider) diklaim Kemenkominfo mulai berjalan efektif. Namun, diakuinya upaya pemblokiran tersebut tidak mungkin berjalan 100 persen. Kenapa?

“Pemblokiran oleh ISP umumnya menempuh sistem filterisasi di jaringan. Keyword yang diblokir bisa berubah-ubah, memakai istilah lokal, aneh, yang mana bukan istilah porno pada umumnya,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring di sela jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa 31 Agustus 2010.

“Tapi, saya tetap menginstruksikan upaya pemblokiran oleh seluruh ISP di Tanah Air. Pemblokiran tidak dilakukan langsung oleh Kemenkominfo,” ucap Tifatul.

Pasalnya, sudah ada dasar hukum yang kuat untuk memblokir situs-situs yang mengandung konten porno, yakni UU no. 11 tahun 2008 tentang ITE dan UU no. 44 tahun 2008 tentang Pornografi. “Ancaman hukumannya langsung dipidana enam tahun penjara tanpa perlu ada delik aduan,” ucap Tifatul.

Kemenkominfo sendiri sudah membuka semacam ‘posko aduan’ lewat c/p provider layanan internet masing-masing pengguna. Situs porno yang belum diblokir atau situs bukan porno yang malah terblokir dapat diinformasikan ke provider tersebut.

Saat ini, Kemenkominfo mengklaim sekitar 90 persen situs duah diblokir dan akan terus dilakukan update. Sosialisasi sudah dilakukan tak hanya kepada ISP, tetapi juga AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia), hingga ke sekolah-sekolah.

“Ini semacam obat untuk memperbaiki masa depan bangsa kita. Obat rasanya memang tidak enak, tapi namanya obat harus diminum supaya sembuh,” kata Tifatul.



VIVAnews
Saturday, 4 September 2010
no image

Rekind Bangun Pabrik Bahan Peledak di Bontang

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekind) mengembangkan sayap bisnisnya lewat pembangunan pabrik ammonium nitrate prill (ANP) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ANP merupakan bahan baku peledak yang menjadi salah satu bahan baku operasional industri pertambangan, seperti emas, batu bara, dan batu kapur.

Menurut Manajer Proyek, Gito Waluyo, permintaan terhadap kebutuhan ANP per tahun untuk dalam negeri saat ini mencapai 300-350 ribu ton. “Prediksi ini akan meningkat tiap tahun. Sedangkan jumlah produksi ANP dalam negeri tak mencukupi permintaan tersebut,” kata Gito di Jakarta, Kamis (2/9).

Dalam proyek ini Rekind menggunakan teknologi lisensi UHDE Germany. Teknologi ini membutuhkan banyak pekerja sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga karyawan hingga seribu orang. Proyek bernilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur ini dijadwalkan rampung tahun depan.

Dengan selesainya pembangunan pabrik ANP ini, diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai produsen ANP terbesar dunia. Menurut Gito, keberhasilan dan kualitas pelaksanaan pabrik ANP yang baik akan memberikan dampak positif bagi pengembangan bisnis serta membawa keuntungan terhadap mitra lokal.

Proyek yang dimiliki oleh PT Kaltim Nitrate Indonesia tersebut sahamnya dimiliki oleh perusahaan Australia yaitu Orica Ltd. Melalui proyek ini, Rekind akan membuka pintu pasar EPC Australia. Saat ini, Rekind sudah menerima permintaan pembuatan pabrik dengan kapasitas serupa di beberapa negara lain.AGUSLIA HIDAYAH


Tempointeraktif
Friday, 3 September 2010
no image

Polteknik Telkom Jaga Perbatasan Negara Lewat Situs

Jakarta - Prihatin dengan kondisi pulau-pulau terluar Indonesia, Politeknik Telkom akan membuat situs pulau-pulau tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga pulau tersebut dari klaim negara tetangga.

"Ya minimal kita jagain itu pulau-pulau terluar di Indonesia dengan membuat situsnya. Sehingga dunia tahu kalau pulau tersebut itu milik kita. Milik Indonesia," ujar Nina Kurnia Hikmawati, Marketing and Cooperation Manager Politeknik Telkom saat berbincang dengan detikINET, Jumat (20/8/2010).

Menurutnya, saat ini banyak yang tidak mengetahui keberadaan pulau-pulau terluar yang menjadi perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Bahkan, sambung wanita ayu ini, saat dicari di mesin pencari pun sangat terbatas informasinya.

"Contohnya Sebatik. Pulau yang menjadi perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia saja, orang lebih mengenalnya pulau tersebut milik Malaysia. Padahal pulau tersebut separuhnya juga milik Indonesia," jelasnya.

Nina berharap dengan adanya situs-situs tersebut nantinya akan menggugah kesadaran serta kepedulian dari masyarakat Indonesia akan pentingnya keberadaan pulau-pulau atau wilayah-wilayah perbatasan tersebut.

"Setidaknya kita menjaga pulau-pulau tersebut di dunia maya agar tidak diklaim negara lain," tegasnya.

Sebagai pilot project, situs sebatikindonesia.com awal bulan lalu diluncurkan. Situs yang dibuat oleh dua mahasiswa yang kampusnya beralamat di Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Bandung ini tidak hanya menampilkan informasi tentang pulau tersebut. Tapi juga konten elearning disisipkan.

"Nanti akan ditambahkan dengan konten pelayanan kesehatan dan pemerintahan. Ditambah dengan konten elearning untuk pendidikan masyarakat setempat," jelasnya.

Disinggung mengenai terbatasnya infrastruktur di wilayah-wilayah perbatasan, Nina mengaku pihaknya hanya membuatkan situs serta aplikasinya. Sedangkan untuk infrastruktur jaringan internet, hal tersebut disokong oleh Telkom.

"Kita didukung oleh Telkom. Jadi infrastruktur dan web hosting disediakan oleh Telkom. Kita yang buat dan nantinya kita akan training masyarakat atau pemda setempat agar mereka bisa mengelola situs yang telah kita buat," tukasnya.

Sebelumnya awal Agustus lalu, Telkom membangun desa cyber dengan jaringan full access broadband di Sebatik. Kampung tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia.( afz / eno )


detikinet
Thursday, 2 September 2010
no image

Menkominfo: Malaysia Belum Tentu Pelaku Cyberwar

JAKARTA - Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia berimbas kepada ricuhnya perang di dunia maya seperti penyerangan ke sejumlah situs dan pelecehan. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan cyberwar di antara kedua belah negara.

"Seperti instruksi Presiden agar mengedepankan diplomasi. Saya pikir cyberwar ini tidak ditujukan kepada Malaysia, atau sebaliknya," terang Menkominfo Tifatul Sembiring kepada sejumlah wartawan, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Menurutnya, saat ini Indonesia sudah mempunyai Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) yang merupakan kumpulan para hacker yang bertugas dalam menjaga serangan-serangan oleh para peretas. Dia mencontohkan, hampir setiap hari situs resmi presiden diserang sebanyak tiga juta kali.

"Ini akan diperkuat dengan UU TIPITI (undang-undang tindak pidana korupsi) yang tidak hanya bayangan, tapi sudah dalam bentuk nyata," tukasnya.

Politisi asal PKS ini juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Pasalnya belum tentu serangan tersebut berasal dari Malaysia, meski pemerintah pun akan tetap melakukan antisipasi terhadap situs-situs yang bertema penghinaan.

Hubungan Indonesia dengan Malaysia yang kembali memanas turut menjalar ke dunia maya. Sejumlah blog yang menjelek-jelekkan Indonesia kembali menjadi pembicaraan berbagai pihak.

Salah satu contohnya adalah blog yang beralamat di indonbodoh.blogspot.com. Saat dikunjungi, tulisan terakhir di blog ini tercatat diupdate pada tanggal 29 Desember 2009. Kendati sudah tidak ada tulisan baru tapi nampaknya blog ini masih sering dikunjungi oleh pengunjung Indonesia yang sebal dengan tulisan tersebut.

Apalagi jika kita memasukkan kata 'Indon' di mesin pencari Google maka yang keluar dari hasil pencarian adalah blog-blog yang menghina Indonesia. Kata Indon sendiri, menurut Wikipedia adalah sebuah istilah yang populer di Malaysia dan Singapura yang mengacu kepada Indonesia, sama seperti halnya istilah Brit untuk Britania Raya. Di Indonesia sendiri, istilah ini berkonotasi negatif. Pada tahun 2006, pemerintah dan rakyat Indonesia menentang penggunaan kata Indon yang dianggap menghina. (srn)

okezone
Copyright © 2014 Rocker One All Right Reserved